berhadapan dengan Perampok

Hari Senin 23 Desember kemarin menambah pengalaman baru buat saya di dunia (percobaan) perampokan. hadeuu, kali keduanya saya nyaris dirampok. Saya masih ingat pengalaman yang pertama dulu, beberapa tahun yang lalu.. saat pulang kantor sehabis magrib, bersiap membuka pagar, saya letakkan laptop di samping sambil mengulurkan tangan ke dalam pagar untuk membuka gembok, dan.. tiba2 seorang laki2 bermotor datang dan tiba-tiba menarik tas laptop itu, dan terjadilah tarik menarik dengan tenaga maksimum saya, karena kekhawatiran akan ganti rugi yang harus saya tanggung.. hehe.. laptop itu laptop kantor duunk, harganya 10 jeti lagi.. sambil teriak “pencurii..pencuriii” saya menarik kuat2 tas itu dan akhirnya si perampok itu pergi..

Nah senin kemarin ceritanya lain lagi. Sekitar pukul 7 lewat saya tidur-tiduran di dalam kamar, karena lagi sakit perut yang teramat sangat, saya izin untuk masuk telat ke kantor.. gejala PMS. tiba2 ada yang coba membuka pintu kamar dari luar, untungnya saya kunci dari dalam. ya ampun lemas rasanya, apalagi saat pintu dia cungkil dari luar, saya langsung teriak “siapaa?”, eh dia jawab,, “bapak, ibu..” saya ulang lagi “Siapa..?” dijawab “Bapak,, ” sambil suaranya semakin mengecil karena pergi, dan tak lama kedengaran suara motor yg makin menjauh.. Syukur alhamdulillah saya tak perlu berhadapan lama-lama dengan perampok ini. ohya dia meninggalkan jejak di rumah, mungkin karena panik, sandalnya ketinggalan, ya ampun sopan amat yak, pakai buka sandal segala,, hehe..

Beauty Girl Mineral Peeling

Saatnya review salah satu gel peeling terbaik yang pernah saya coba, nih.. Dengan harga hanya 45 ribu Beauty Girl Mineral Peeling cukup ampuh untuk mengangkat sel-sel kulit mati, bagus sebagai alternatif lulur bagi yang lagi malas buat luluran, cukup digosok2, sel kulit mati menempel, bilas, sudah deh. Saya juga pernah coba mineral peeling serupa yang mereknya apa yah (benar2 lupa) produk lokal kok, kemasannya berwarna kuning isinya kurang lebih sama, harganya pun tak jauh beda, tetapi saya masih prefer Beauty Girl punya karena wanginya enak,🙂

Menurut saya sih peeling mineral punya JCO yang mahal pun pasti tak jauh beda dengan ini, jadi ketimbang beli mahal-mahal mending pakai ini saja😀

Oh iya saya juga pernah lihat OLS yang beriklan produk peeling merk Glee, kelihatannya OK juga, tapi saya belum sempat coba, maybe next time..

Kalau ada yang pengen share silahkan komentar ya..

Image

Relian Mascara

Kali ini saya pengen mereview mascara terbaik pernah saya pakai, Relian Mascara !
Semua pasti tau dong maskara relian ini, karena bagitu ramainya OLS yang menjual produk ini, dan juga harganya cukup murah, 80 ribu.. dan ternyata hasilnya memang OK.
Biasanya sih saya menggunakan dulu pelentik bulu mata biar lebih maksimal hasilnya, setelah itu botol yang lebih panjang (Transplanting Gel) dari akar sampai ujung, nah kalau lagi buru-buru biasanya cuma sampai step ini juga udah OK, tapi kalau masih sempat biasanya saya melanjutkan dengan mengoleskan Natural Micro Fiber [botol yang lebih besar], dari akar sampai ujung, kemudian kembali mengoleskan Transplanting Gel. Kalau ada yang punya pengalaman soal mascara ini atau pengen sharing, silahkan komentar yaa..😀

Mascara

Liptint ODBO no 2

16:18 pm

Saatnya review liptint ODBO🙂

Kemarin baru nyobain Liptint Obdo No. 2 red pink, yang konon dipakai oleh artis-artis korea saat ini.

Teksturnya sih cair (water based), dan diteteskan sedikit saja sudah bisa bikin bibir berwarna merah alami. awalnya sih saya kira ini bakalan susah ilangnya, tapi dipake makan or dicuci pakai sabun juga hilang kok.😀

saya suka warnanya, rencana pengen nyobain warna-warna lain😀

Update : Saya sudah punya tambahan koleksi nih, No 3 dan No 4, so far the best color is…. No 02 ! yah,, paling suka warnanya, pinknya tidak begitu terang, jadinya warna bibir jadi alami gitu.

Image

My gadget History, from motorola, nokia, blackberry, LG, and samsung

Kalau dihitung-hitung sudah ada beberapa merk handphone yang pernah aku pakai, dari awal waktu SMA tahun 2001 waktu lagi hot-hotnya orang-orang mulai pakai handphone, saya pun tak mau ketinggalan, merengek minta dibelikan handphone yang waktu itu bagi sebagian orang masih merupakan barang langka dan cukup mewah.

Akhirnya tanpa sepengetahuan saya ibu saya diam-diam membelikan saya sebuah hp motorola second model clamshell warna hitam dengan bekas puntung rokok di bagian depannya, dengan antena yang menjulang, menambah saja kesan jadul darinya, melalui tukar tambah televisi antik di rumah saya ditambah uang 500 ribu (kalau tidak salah).

Awalnya saya kurang begitu senang dengan kejutan ini, karena saat itu teman-teman saya sudah tidak ada yang menggunakan hp semacam itu, rata-rata mereka pakai Nokia 3310, 3315, atau yang lebih keren (sudah lupa typenya). Karena ditambah juga ditertawakan oleh tante, om, dan saudara saya atas kejadulan serta bekas puntung rokoknya saya pun merengek lagi minta agar handphone itu diganti yang baru, akhirnya mengingat saya memang butuh sarana telekomunikasi ini dan dikompori keluarga, secara tinggalnya di sekolah berasrama yang memang jauh dari rumah, ibu saya luluh dan membelikan saya Nokia 3350 seharga 1 juta 60 ribu berwarna biru wow,, senangnya😀 . Awalnya sih mau ditukar tambah saja tapi sudah ditolak oleh counter-counter hp karena si moto sudah tidak diproduksi katanya (tuh kan..)

Nokia 3350 Biru ini pun bertahan menemani saya dari SMA hingga duduk di perguruan tinggi, walaupun lagi-lagi ditertawakan om saya karena saat kuliah hp saya itu sudah masuk lagi dalam kategori jadul, tombolnya dan casingnya juga sudah rusak, tetapi cukup senang memakainya, sampai akhirnya rusak dan kemudian ganti hape dengan layar berwarna Sony Ericcson K700i, menurutku hp ini keren banget, dengan harga 2 juta sudah dapat fitur layar 65,536 color 176 x 220 pixel, radio FM, camera walau VGA tapi kualitas bagus and jernih, tapi sayang kinerja joystick nya tidak cukup lama bertahan, lama-lama jadinya sering salah arah.

Akhirnya ada niat untuk tukar tambah dengan hape lain, sat ke MTC sudah ditawar sama salah satu counter dengan harga 300 ribu, eh malah hape ini hilang hari itu juga saat sibuk kesana kemari cek harga, alhasil saya tak berhape beberapa lama sampai akhirnya dibelikan oleh ibu hape baru, Nokia E65 dengan harga 3 jutaan, bersamaan dengan hp N73 ibu dengan harga yang hampir sama. Saya memilih E65 karena sangat mumpuni untuk dipakai internetan, sering saya memanfaatkan Wi-Fi di kampus untuk browsing di E65 saya, sayangnya tidak dilengkapi dengan fasilitas radio, sih.. tapi kekurangannya pada fisiknya, bagian depan pinggirannya yang dilapisi logam terkelupas naik, saya cari-cari casingnya juga tidak ketemu, jarang yang jual, sempat sih dapat tapi kurang bagus kualitasnya. Tahun 2008 sehabis ujian meja (tapi belum wisuda) ikut test kerja di salah satu NGO asing dan diterima, nah THP hasil bekerja selama setahun di NGO ini saya kumpulkan untuk beli Blackberry yang saat itu mulai ngetrend, saya belilah Blackberry Curve 8520 (Gemini) dengan harga 3 juta, akhirnya bisa beli hape dari uang sendiri, walaupun masih ditambahkan dikit sih😀 Jadi saya sempat memakai 2 hp Nokia E65 dan BB Gemini.

Bosan memakai Gemini yang lemot-minta ampun (karena saya suka install berbagai aplikasi dan sepertinya hape ini tidak terima) saya beralih deh ke Android, yang lagi mulai ngetren😀 yaitu LG Optimus Black P970, dengan harga 3,5 juta saya akhirnya bisa menikmati gadget touchscreen android pertama saya, cukup memuaskan sih-awalnya, walaupun cepat kerasa panas saat dipakai untuk bermain game atau browsing, tapi body nya sangat nyaman dan pas digenggam dengan layar 4″. Tidak lama memakainya tante saya tertarik dan akhirnya saya jual deh sama beliau (dengan harga 4 juta dicicil 4 bulan, lumayan untung lah, hehe) kemudian saya dipinjamin hape tante saya yaitu nokia Qwerty, saya lupa tipenya untuk saya pakai sekitar kurang lebih sebulan atau dua bulan sebelum saya akhirnya kembali membeli smartphone Blackberry !😀 tapi kali ini saya memilih Onyx 2 (Curve 9780) karena menurut saya gadget ini cukup elegan, apalagi warna putih, cantik namun sayang bagian body belakangnya sangat mudah menyimpan kotoran, sehingga menurut saya sangat wajib untuk dipakaikan case luar. dengan harga 3,8 much better than blackberry pertama saya yang superlemot (ntuk ukuran pemakaian saya loh, ya).

Saya kembali memilih blackberry bukan karena lebih baik dari android, tapi begitu vakum memakai bb rasanya jadi kehilangan kontak dengan teman-teman dan memang sepertinya bb ini sudah jadi kebutuhan penting. Tapi tanpa android juga saya rasanya jadi kehilangan sosok si robot ijo, dan akhirnya begitu menerima bonus saya pakailah untuk membeli android yang memang saya idam-idamkan, yaitu Galaxy Note GT N-7000 putih, sampai saat ini saya masih ditemani oleh kedua smarphone putih kesayangan saya ini..

Review Krim Perawatan: Magic Plus White Cream ~ Ester ~ anisa ~ Lyen-C ~ Walet 2 in 1 ~ syahrini ~ magicly cream 3 in 1


Well, saya pengen review soal perawatan wajah yang pernah saya pakai, berhubung sudah lumayan banyak saya bergonta-ganti perawatan wajah hingga saat ini.

Pertama kali saya mencoba Magic Plus White Cream dari salah satu Home Shopping yang beriklan di televisi, yah atas kehebohan iklan, akhirnya saya beli juga produk tsb di salah satu gerainya di Makassar (selamat, iklan anda sukses :)) sudah lama sihh, sekitar tahun 2009 mungkin. Dengan iklannya yang mengatakan sekali oleh wajah langsung putih, sebagai korban iklan tentu saja saya sangat tertarik, dan seperti kebanyakan wanita yg mendambakan kulit putih sy korbankanlah duit sebesar 400an ribu, sangat besar sih waktu itu duit segitu, berhubung saya masih bekerja sebagai karyawan kontrak di salah satu NGO dengan gaji secukupnya.. hehe.. dan hasilnya, memang lumayan kok,  ada perubahanlah, begitu dioles, menurutku sih semacam yesta gitu jadi ada bagian dari krim tsb yang tertinggal di kulit yg menyebabkan kulit kita “tampaknya” menjadi lebih putih, tapi rasanya cukup sekali saja deh saya membelinya, semacam pengen nyobain aja, sayang juga duitnya, hehe..

Krim kedua yg saya coba itu adalah Ester, saya beli di salah satu OLS di FB yg kebetulan nawarin krim pemutih yang “aman”, dan “dijamin bikin kinclong”, dengan harga yang cukup terjangkau sekitar 125 ribu sudah dapat sepaket yg terdiri dari sabun, serta krim siang-malam,, oiya krimnya ada 2 macam, untuk wajah dengan jerawat batu disarankan untuk memakai krim A-B, sedangkan untuk yg masih usia muda dan wajah yang tidak begitu bermasalah disarankan krim S-M, dengan warna krim siang kuning dan krim malam putih (seperti pada umumnya krim-krim yang beredar saat ini), Si Ester ini saya pakai awalnya sih karena gerah banget ngeliat wajahku yang item terbakar sehabis ngikutin BINTAL di Rindam Cikole, dan kebetulan ada yang nawarin saya pakailah krim ini. dan khasiat krim ini pun menuai pujian, hehe.. teman kantor berkomentar kalau kulitku jadi lebih cerah, sampai 5 orang akhirnya ngikutin jejakku memakai krim ini. 3 orang teman kantor, 1 orang tetangga, dan 1 orang sodara,, hehe cukup berhasil juga rupanya ya?

Beberapa bulan aku memakai dan repeat order sama si OLS tadi, Tapi karena si pemilik OLS ini menurutku pelayanan (respon)nya lama-lama menjadi kurang memuaskan, mungkin karena udah kebanyakan pelanggan kali yah? entahlah sampai aku akhinya mutusin membeli krim ini di OLS lain, yang responnya lebih baik, tapi sayangnya lokasi tokonya cukup jauh sehingga jd mahal di ongkir, saya pun akhirnya pindah mesan ke OLS lain yang ongkirnya lebih murah.

Yang membingungkan adalah, dari ketiga OLS tempat saya membeli krim in, tidak 1 pun yang sama kemasannya, walaupun semuanya mngkelem kalau produk mereka asli. OLS pertama kemasannya polos, sementara si OLS kedua di kemasannya ada hologram produk sebagai penanda krim ini asli, sementara di OLS ketiga dibawah kemasannya ada logo bunga timbul sebagai penanda keasliannya, nah loh..? saya confirm pun hasilnya kurang memuaskan, tentu saja masing2 berkeras kalau produk mereka adalah asli.. walaupun sebenarnya semuanya asal-usulnya tak tahu entah dari mana? hehe..

Akhirnya saya memutuskan untuk mengganti saja krim ester yang membingungkan namun sukses membuat saya jad trendsetter untuk 5 orang follower ini.. hehehe..

dan sebagai gantinya saya nyobain krim anisa, saya nyobain paket travelnya yang kecil (5gr) terdiri dari sabun, krim siang, dan krim malam. Krim ini sudah ada notifikasi POM, jadi lebih amanlah memakainya. Namun sayang hasilnya menurut saya sih masih kurang memuaskan, karena kulit saya lumayan berminyak dan dengan kandungan dalam krim ini justru membuat kulit saya terutama daerah T menjadi semakin oily saja..

Dan pilihan selanjutnyaa jatuh pada cream Lyen-C, dan krim inilah yang paling jelas asal usulnya dalam dunia krim perkriman yg pernah saya coba. Selain sudah lengkap notifikasi POMnya, kandungannya pun sangat jelas dicantumkan. Serta websitenyapun cukup meyakinkan secara presentasi. Krna dari webnya kita bisa mendapatkan contact si pembuat krim ini secara langsung, beliau adalah seorang ahli farmasi dan saat memesan paket perawatan ini rekan beliau secra langsung mengantarkan ke alamat saya sembari dijelaskan mengenai perawatan ini. Tapi saya kok gak berasa perubahan pada wajah saat makai ini, malah jadinya semakin oily saja nih wajah.. Mungkin emang kandungannya kurang cocok untuk wajah berminyak saya. Dan pemakaian saya stop untuk kemudian beralih lagi ke krim selanjutnya. Hehe..

Setelah searching2 sana sini akhirnya saya memutuskan untuk mencoba perawatan Walet 2 in 1, saat itu ada yang nawarin via bbm dikasih promo free ongkir, dan infonya krim impor ini sudah melalui ujicoba di lab Indonesia, jd amanlah.

Well hasilnya cukup memuaskan, sisa bekas jerawat sehabis vakum tanpa perawatan akhirnya lumayan bersih jadinya, dan dari sekian krim yang pernah saya coba krim inilah yang paling bersahabat dengan wajah berminyak saya😀 sayangnya krim malamnya volumenya jauuh lebih dikit ketimbang day creamnya😦 yang jadi masalah di OLS tempat aku mesen tuh harganya lumayan tinggi, diatas 200 ribu, sementara di tempat lain jauh relatif murah, dari harga 30rb, 60 rb, 70rb macam-macam deh. saya jadi bingung dan dilema pengen yang lebih murah tapi takutnya palsu😦
Gak sampai disitu saja petualangan saya, hehe.. Sehubungan dengan maraknya cream syahrini, saya jadi penasaran, kayak gimana sih hasil pemakaian cream ini? Kok dimana-mana ya jualan itu, dari paket dengan harga jutaan sampai harga murah kiloan pun ada (walaupun syahrini sendiri tidak mengakui memiliki produk ini), karena OLS tempat saya tadi sudah meyakinkan saya kalau ini racikan dokter (ananta) dari bandung, bener gak sih syahrini perawatan ke dr ini? Ada yang kenal? Wallahualam.. Dengan Modal nekat aja saya nyobain paketan ini, bener-bener nekat, dan harganya lumayan mahal lagi, 300ribu dgn paket isi cream siang, cream malam, sabun, toner. Setelah memakai 3 hari sih menurutku creamnya TIDAK lebih bersahabat dibanding walet 2in1 yang aku pakai sebelumnya, jatuhnya oily dan rasanya agak lengket di wajah. Trus sabunnya yg cair warna orenz pun mengingatkan saya pada syrup Abc rasa jeruk, baunya bener-bener mirip syrup ini. Sempat saya confirm sama sellernya, katanya emang iya aromanya buah-buahan (ini mah bau sirup kali?) Creamnya pun warnanya kuning ngejreng lebih terang dari walet 2 in 1. Efeknya sih belum kelihatan, mudah-mudahan aja bisa lebih baik. Well let’s see the result..

Update : Setelah pemakaian 2 minggu kelihatan kok hasilnya, wajah saya jadi lebih cerah, cuma kok ya jadi jerewi muncul dimana-mana, well saya stop saja terus kembali pakai walet 2 in 1, saya pun mencoba beli di ols bbm yang lain, dengan harga yang jauh lebih murah, 75 ribu. dan ternyata isinya sama saja dengan yang harga 200ribuan, ampun dah..

Agak bosan dengan walet 2in1 saya akhirnya mencoba magicly cream 3 in 1 alias krim artis yang katanya dipakai oleh artis-artis ternama seperti Raffi Ahmad, Yuni Shara, Olga, dll well let’s see dah gimana hasilnya nanti,, hehe.. oh iya krimnya agak beda sih dengan perawatan lain yang biasanya krim malamnya berwarna putih, kalau si cream artis ini cream malamnya berwarna kuning juga seperti krim siangnya cuma kuningnya beda, yang krim malam lebih terang gitu.

sibuk..sibuk.. baru sempat update lagi…🙂 (191013)

Setelah memakai magicly cream 3 in 1 alias si krim artis selama beberapa bulan terakhir ini, saya belum memutuskan untuk mengganti krim perawatan, this is the best cream i ever found😀 sodara dan temen saya yang tadinya pakai esther sekarang ikutan juga beralih ke magicly cream 3 in 1, dan untungnya setelah cari-cari sana ini saya akhirnya menemukan distributor resmi dari cream ini jadi gak perlu lagi beli di toko yang kemarin yang mahall.. kemungkinan dia sih sudah tangan ke 3 atau ke 4 kali yah jadinya sampai semahal itu. Setelah beberapa kali order si distributor nawarin saya jadi reseller, bolehlah buat dicoba🙂

update2.. (31 dec 2013)

seneeng ngebaca comment2 temen2 yang jadi banyak dapat rejeki dari blog ini, alhamdulillah emang rejeki selalu ada jalannya..  Bagi yang kepengen nyobain magicly lewat saya boleh juga.. silakan add pin saya 74759085

Hello world!

Wow, post pertama !

Sebenarnya sebelumnya saya sudah pernah membuat beberapa blog, tp dasar ingatan yang payah sampai saya akhirnya lupa passwordnya bahkan alamatnya jadi akhirnya sekarang di sinilah saya,dengan blog baru ini, semoga tidak terbengkalai lagi lah ya, hehe..