My gadget History, from motorola, nokia, blackberry, LG, and samsung

Kalau dihitung-hitung sudah ada beberapa merk handphone yang pernah aku pakai, dari awal waktu SMA tahun 2001 waktu lagi hot-hotnya orang-orang mulai pakai handphone, saya pun tak mau ketinggalan, merengek minta dibelikan handphone yang waktu itu bagi sebagian orang masih merupakan barang langka dan cukup mewah.

Akhirnya tanpa sepengetahuan saya ibu saya diam-diam membelikan saya sebuah hp motorola second model clamshell warna hitam dengan bekas puntung rokok di bagian depannya, dengan antena yang menjulang, menambah saja kesan jadul darinya, melalui tukar tambah televisi antik di rumah saya ditambah uang 500 ribu (kalau tidak salah).

Awalnya saya kurang begitu senang dengan kejutan ini, karena saat itu teman-teman saya sudah tidak ada yang menggunakan hp semacam itu, rata-rata mereka pakai Nokia 3310, 3315, atau yang lebih keren (sudah lupa typenya). Karena ditambah juga ditertawakan oleh tante, om, dan saudara saya atas kejadulan serta bekas puntung rokoknya saya pun merengek lagi minta agar handphone itu diganti yang baru, akhirnya mengingat saya memang butuh sarana telekomunikasi ini dan dikompori keluarga, secara tinggalnya di sekolah berasrama yang memang jauh dari rumah, ibu saya luluh dan membelikan saya Nokia 3350 seharga 1 juta 60 ribu berwarna biru wow,, senangnya😀 . Awalnya sih mau ditukar tambah saja tapi sudah ditolak oleh counter-counter hp karena si moto sudah tidak diproduksi katanya (tuh kan..)

Nokia 3350 Biru ini pun bertahan menemani saya dari SMA hingga duduk di perguruan tinggi, walaupun lagi-lagi ditertawakan om saya karena saat kuliah hp saya itu sudah masuk lagi dalam kategori jadul, tombolnya dan casingnya juga sudah rusak, tetapi cukup senang memakainya, sampai akhirnya rusak dan kemudian ganti hape dengan layar berwarna Sony Ericcson K700i, menurutku hp ini keren banget, dengan harga 2 juta sudah dapat fitur layar 65,536 color 176 x 220 pixel, radio FM, camera walau VGA tapi kualitas bagus and jernih, tapi sayang kinerja joystick nya tidak cukup lama bertahan, lama-lama jadinya sering salah arah.

Akhirnya ada niat untuk tukar tambah dengan hape lain, sat ke MTC sudah ditawar sama salah satu counter dengan harga 300 ribu, eh malah hape ini hilang hari itu juga saat sibuk kesana kemari cek harga, alhasil saya tak berhape beberapa lama sampai akhirnya dibelikan oleh ibu hape baru, Nokia E65 dengan harga 3 jutaan, bersamaan dengan hp N73 ibu dengan harga yang hampir sama. Saya memilih E65 karena sangat mumpuni untuk dipakai internetan, sering saya memanfaatkan Wi-Fi di kampus untuk browsing di E65 saya, sayangnya tidak dilengkapi dengan fasilitas radio, sih.. tapi kekurangannya pada fisiknya, bagian depan pinggirannya yang dilapisi logam terkelupas naik, saya cari-cari casingnya juga tidak ketemu, jarang yang jual, sempat sih dapat tapi kurang bagus kualitasnya. Tahun 2008 sehabis ujian meja (tapi belum wisuda) ikut test kerja di salah satu NGO asing dan diterima, nah THP hasil bekerja selama setahun di NGO ini saya kumpulkan untuk beli Blackberry yang saat itu mulai ngetrend, saya belilah Blackberry Curve 8520 (Gemini) dengan harga 3 juta, akhirnya bisa beli hape dari uang sendiri, walaupun masih ditambahkan dikit sih😀 Jadi saya sempat memakai 2 hp Nokia E65 dan BB Gemini.

Bosan memakai Gemini yang lemot-minta ampun (karena saya suka install berbagai aplikasi dan sepertinya hape ini tidak terima) saya beralih deh ke Android, yang lagi mulai ngetren😀 yaitu LG Optimus Black P970, dengan harga 3,5 juta saya akhirnya bisa menikmati gadget touchscreen android pertama saya, cukup memuaskan sih-awalnya, walaupun cepat kerasa panas saat dipakai untuk bermain game atau browsing, tapi body nya sangat nyaman dan pas digenggam dengan layar 4″. Tidak lama memakainya tante saya tertarik dan akhirnya saya jual deh sama beliau (dengan harga 4 juta dicicil 4 bulan, lumayan untung lah, hehe) kemudian saya dipinjamin hape tante saya yaitu nokia Qwerty, saya lupa tipenya untuk saya pakai sekitar kurang lebih sebulan atau dua bulan sebelum saya akhirnya kembali membeli smartphone Blackberry !😀 tapi kali ini saya memilih Onyx 2 (Curve 9780) karena menurut saya gadget ini cukup elegan, apalagi warna putih, cantik namun sayang bagian body belakangnya sangat mudah menyimpan kotoran, sehingga menurut saya sangat wajib untuk dipakaikan case luar. dengan harga 3,8 much better than blackberry pertama saya yang superlemot (ntuk ukuran pemakaian saya loh, ya).

Saya kembali memilih blackberry bukan karena lebih baik dari android, tapi begitu vakum memakai bb rasanya jadi kehilangan kontak dengan teman-teman dan memang sepertinya bb ini sudah jadi kebutuhan penting. Tapi tanpa android juga saya rasanya jadi kehilangan sosok si robot ijo, dan akhirnya begitu menerima bonus saya pakailah untuk membeli android yang memang saya idam-idamkan, yaitu Galaxy Note GT N-7000 putih, sampai saat ini saya masih ditemani oleh kedua smarphone putih kesayangan saya ini..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s